31 Juli, 2017

Liburan Murah Meriah ke Kebun Teh Rancabali, Kabupaten Bandung

Liburan Murah Meriah ke Kebun Teh Rancabali, Kabupaten Bandung


Belakangan ini saya hobi cari referensi tentang lokasi wisata dekat Jakarta. Yhaa mumpung masih bisa loncat sana loncat sini yaaa. Ujung-ujungnya sih akan Bandung lagi Bandung lagi, tapi emang Bandung selalu nyenengin sih! Kali ini kami memutuskan untuk jalan-jalan ke kawasan Kebun Teh Rancabali, Kabupaten Bandung. Pemandangan ijo-ijo, here we come!



Sabtu itu, perjalanan dimulai dari rumah jam 6 pagi (padahal niatnya berangkat habis Subuh, hehe). Akibatnya kena macet, dan baru sampai di rumah teman saya dan suami di  kawasan Cipatik, Kabupaten Bandung Barat jam 10 pagi.  Baru jalan jam 11.30 siang, kena macet di beberapa titik. Ah kurang pagi siiih… 

Sekitar jam 1 siang akhirnya kami sampai di kawasan Kawah Putih. Udaranya segeeeerrr banget, persis seperti tujuan kami kesini untuk cari hawa yang adem, biar hati lebih adem yekaan. Tapi tujuan kami bukan ke Kawah Putih, melainkan ke kawasan kebun teh Rancabali. Jadi dari Kawah Putih, masih terus ikuti jalan, sampai di perkemahan Rancaupas, lalu beberapa kilometer di depannya, sampailah di Rancabali. Yeay!


Tak ada tempat parkir resmi di area kebun teh ini. Motor dan mobil boleh saja tinggal meminggirkan kendaraannya di pinggir jalan. Plus minus siih, plusnya adalah biasanya parkiran dan tempat wisata itu perlu jalan kaki jauh. Jadinya kita bisa parkir persis di seberang kebun teh! Tapi minusnya jadi harus lebih waspada karena tidak ada yang jaga parkir. Solusinya, kami parkir di sebelah warung kopi. Lalu beli kopi dan cemilan, dan berpesan kepada pemilik warung “Pak, mobil boleh parkir di sini? Titip ya pak!”, jangan lupa kasih senyum pepsodent, kak.

Pemandangannya cakep banget! Asli deh, ini lebih cakep dari Gal Gadot ataupun Shane Westlife.  Yang ini hijau, rapi, ngademin mata, sambil menghirup udara yang bersih dan sejuk. So refreshing! Kebun teh nya punya pola yang rapi, bagus di mata dan juga memudahkan untuk jalan-jalan di area pohon teh.  Sayangnya saya nggak denger seruan “pucuk, pucuk, pucuk” selama muter-muter di sini.

Kemudian dimulailah momen jalan-jalan di antara pohon teh sambil cari spot foto-foto. Dengan latar pohon teh yang hijau segar, instagrammable sekali. Dibantu Mr. Tripod tigapuluhribuan (hahaha), dan didukung oleh lokasi yang tak terlalu ramai, jadilah foto dengan lepas dan bebaaaas. Para suami, Afid dan Zaihan yang tak terlalu ekspresif pun jadi mau (atau terpaksa?) foto dengan pose-pose kemayu unyu arahan istri masing-masing.




Tips jalan-jalan ke Kebun Teh Rancabali:
  • Gunakan pakaian berwarna cerah untuk foto-foto
  • Jangan lupa photography tools seperti tongsis atau tripod
  • Gunakan celana panjang untuk menghindari kebeset batang pohon
  • Jangan becanda sambil lari-larian, karena tak sedikit batang pohon teh yang menonjol dan berpotensi menyentuh kaki kalau tak hati-hati melangkah
  • Siang hari paling cocok ke sini, saat pulang atau turun ke bawah, hari masih terang
  • Jangan buang sampah sembarangan! Kalau punya sampah, kantongin dulu dan buang jika sudah ketemu tempat sampah
  • No high heels, please!


Selama jalan-jalan, lutut kiri saya beberapa kali kepentok batang pohon sampai agak bengkak. Tapi gak apa-apa, nggak sebanding dengan rasa senengnya kok. Sebetulnya ada 1 keinginan lagi di sini, yaitu makan Indomie sambil lihat pemandangan. Sayangnya tak terlaksana karena langit berubah gelap dan saya agak parno pulangnya kalau hujan besar. Hihi.

Di area Ciwidey dan Rancabali, banyak tempat wisata petik strawberry. Saya sih males metiknya, tapi doyan makannya. Akhirnya beli aja deh di pinggir jalan, Rp 25.000 seperempat kilo. Ini harga kalau mau strawberry nya pilih sendiri, kalau yang sudah dibungkus oleh penjualnya, sedikit lebih murah. Saya pilih yang merah dan montok dong ah. Rasanya beneran segeeer…


Ciwidey dan area Rancaupas bisa jadi alternatif liburan di Bandung selain ke Lembang. Di sini cenderung masih ‘asli’, belum banyak pembangunan wisata milik swasta. Harganya juga terjangkau. Sebagai gambaran, seporsi nasi timbel ayam komplit di Restoran Kampoeng Gombong harganya Rp 32.000. Restorannya cukup oke dan modern dengan pemandangan hamparan sawah dan bukit. Cobaaa kalo di Lembang berapa itu harganya… hihi. Sayangnya Ciwidey tak punya city night view layaknya di Lembang. Kalau malam ya gelap tak ada pemandangan lampu kota.

Kalau ditotal, pengeluaran one day trip ke Rancabali sekitar Rp 350.000, termasuk bensin (mobil solar), tol Bandung PP, dan juga makan. Lumayan hemat yaa, apalagi kalau rame-rame. Mau bangeet balik lagi, terus mampir juga ke Rancaupas :)

Tidak ada komentar: