07 Juli, 2017

Liburan di BSD: Nyicip Swedish Meatball di IKEA yang Terkenal Itu

Liburan di BSD: Makan Swedish Meatball di IKEA yang Terkenal Itu


Liburan nggak harus jauh-jauh, kan? Seperti kami pasangan asal Bekasi, yang melakukan liburan singkat, dekat dan seru di BSD. Tujuannya nggak jauh-jauh dari mall to mall, from IKEA to AEON, and we had sooo much fun! 

Sesampainya di Stasiun Rawa Buntu, kami langsung memesan Go-Car menuju IKEA Alam Sutera. Siang itu wishlist utama saya, eh kita, adalah makan siang lutcu di restoran IKEA. Mengadopsi sistem di IKEA Swedia, dengan signature menu nya Swedish meatball yang kekinian itu. Lagipula, buat kita IKEA bukan sekedar tempat beli perabotan aja, tapi juga tempat liburan!



Sesampainya di IKEA, kami langsung menitipkan ransel Afid di loker. Kunci loker kami dapatkan dengan menukar KTP di bagian informasi di depan eskalator. IKEA siang itu ramai sekali karena masih dalam suasana libur Lebaran. Ciye banget gak sih libur lebaran ‘jajan’-nya furniture? Atau banyak juga yang kek kita cuma berniat liat-liat sambil khayal-khayal babu? Wkwkwk.



Gak pake tengok kiri kanan, tujuan kami langsung ke restoran. Antriannya bos… Panjang bener, kayak penantian aku dilamar abang *elah. Kami mengantri sekitar 1 jam sampai akhirnya bisa memesan. Sambil menunggu, kami mengamati suasana dan sistem dalam restoran. Oke, jadi kopi teh dan soda nya free refill, kursinya bebas seperti di Foodcourt (jadi bebas aja kalo mau bawa makanan sendiri dari luar, hehe), menu pesanan diletakkan dalam nampan dan kemudian dibawa sendiri dengan troli, serta sisa makanan dibersihkan sendiri. Oke noted!


Sayapun melihat pegawai-pegawainya professional sekali. Dalam artian nggak ada yang kelihatan mencla-mencle lemes, bahkan petugas bersih-bersihnya saja sigap dan ramah lho! Begitu juga petugas yang men-stok gelas, mengambilkan makanan, juga kasirnya yang tampak fully incharge dengan tampilan yang keren dan rapi. Hahaha saya bingung sih deskripsiinnya, tapi seringkali saya menemukan petugas bersih-bersih yang nggak service-oriented. Saya sih menangkap pegawai di sini diberi pelatihan yang cukup baik, didukung dengan teknologi dan fasilitas restoran yang oke. 


Antrian panjang berarti pengunjungnya membludak. Ini sesuatu yang bukan suami saya banget! Buat makan ‘doang’ menghabiskan waktu lama. Hehe, tapi Afid sudah melebur menjadi mirip Flora, jadi doi cukup maklum dengan keinginan istrinya untuk punya pengalaman makan di sini. Yang saya lihat, pengunjung di sini sabar-sabar, mengantri dengan kalem meskipun lama. Entah deh mungkin atmosfer yang ‘kebarat-baratan’ di IKEA membuat toleransi menunggu jadi lebih besar, hehehe.


Beberapa tips mengunjungi IKEA di weekend/hari libur:

- Datanglah agak pagi. Saat datang di jam 11 dan keluar IKEA jam 2 siang, saya terkesima karena parkiran mobil sudah super membludak ke luar!

- Untuk mengantisipasi hal di atas, pakai taksi online adalah solusi paling joss!

- Kalau mau ke restoran IKEA, sebisa mungkin sebelum jam makan siang

- Last but not least: Bawa duit yang banyak

- Kalo nggak ada duit: yang penting bawa kamera baterai penuh buat cekrek cekrek masuk Instagram deeeh




Soal harga, saya merasa masih cukup affordable. Kami memesan Swedish meatball (Rp 45.000) dan fish and chips (Rp 50.000). Air mineral Rp 4.000, softdrink Rp 7.000 (free refill). Daaan aneka pastry dan cake yang menggugah selera banget! Beberapa cake turut diangkut, seperti IKEA Swedish apple pie (Rp 25.000), carrot cake (Rp 5.000) dan egg tart (Rp 7.000). Yang membuat saya surprise, bahkan ada seporsi pasta saus tomat dengan porsi ngeunah dengan harga Rp 18.000 sajaa… Cocok deh buat yang lagi tong-pis kantong kempis…


Beres mengambil makanan, saatnya ke kasir. Kami mengambil antrian pembayaran dengan kartu, dan hanya ada satu oma-oma yang mengantre depan kami. Selang berapa detik saja mas kasir mempersilahkan kami untuk maju, dan langsung menyebut angka Rp 145.000. Lha saya kaget, seratus empat puluh lima ribu apaan bro? Wong mas nya bahkan belum melirik makanan di troli kami. Mas nya menyebut lagi, “totalnya Rp 145.000”


Hooo ternyata saat mengantre, si maskas (mas kasir maksudnyee) sudah meng-input makanan apa aja yang kami beli. Jadi saat kami tiba di depan mukanya, sudah ada total harga dan tinggal bayar aja. Ih keren banget siiih! Sistem bayarnya lho yang keren, bukan mas nya, uhuk.




Perkara cari bangku juga PR lagi nih. Sejauh mata memandang, penuh semua. Nggak cuma diisi oleh pengungjung yang sedang makan, tapi juga banyak yang menempati meja terlebih dulu selagi menunggu suami atau istrinya mengantri makanan. Untunglah kami segera dapat duduk setelah rajin bertanya “maaf pak/bu, di sini ada orang?”. Itu ngomongnya sambil nunjuk bangku, bukan nunjuk restoran karena disana emang orang semua :p 

How was the taste? Swedish meatball-nya enak banget! Bola dagingnya gurih empuk, disiram saus coklat creamy, dengan mashed potato yang lembut dan enaknya juara. Tambahan selai lingonberry nya membuat paduan rasanya jadi unik dengan jejak rasa manis agak pahit. Tapi lama-lama si lingonberry ini agak gengges dan akhirnya tak kami habiskan. 



Fish and chips nya juga oke. Ikannya cukup tebal dibalut tepung yang tak terlalu crispy. French fries nya gemuk-gemuk,Irisan lemon saya peras semua di atas ikan, kentang goreng dan mayones, menciptakan cita rasa asam segar. Lalu dicocol ke mayones dan saus tomat. Iiih enak!


Yang agak bikin suami manyun adalah softdrink nya, nggak manis! Hahaha… Katanya sih aneh banget minum soda tapi anyep kitu. Tapi kue-kue manis yang saya ambil rasanya okeh bangeeeet… Carrot cake nya fluffy dengan rasa manis sedang, apple pie nya wangi kayumanis dengan potongan apel yang masih kres-kres, daaaan si primadona eggtart yang lembut manis. What a perfect match!



Setelah mengisi kalbu perut, cuss deh jalan-jalan masuk ke IKEA. Andaikata nggak kebelet pipis dan antrian toilet lebih sepi, mungkin momen hayal babu siang itu bisa sempurna. Baru keliling setengah gedung tapi nggak bisa nahan kebelet dan berakhir dengan pulang deh. Hahaha.


Mau ke IKEA lagi nggak sis? Hmm mau siih, nanti ajalah kalo udah punya rumah sendiri biar hayal babu nya agak berfaedah dan bisa direalisasikan. Yaa kecuali diajak makan Swedish meatball nya –yang enak banget- itu lagi yaa… 


Tidak ada komentar: