21 Juni, 2017

Menginap di Hotel Ibis Budget Cikini (Hotel Review)

Hotel Review: Menginap di Hotel Ibis Budget Cikini


Sebagai pegawai Pengkolan Menteng Raya, kawasan Cikini tentunya nggak asing lagi. Namun menjadi lucu ketika saya dan suami memutuskan untuk menginap di Hotel Ibis Cikini, hotel yang hampir setiap hari kami lewati. Kami memang tinggal di Bekasi, tapi Cikini ke Bekasi itu kan hanya 1 jam naik mobil dan 30 menit naik KRL, ngapain pake nginep, sis?

Alasannya tak lain dan tak bukan karena saya dan Afid kepingin hadir di acara 17 tahun Kenduri Cinta. Apaan thu? Yaa pokoknya acara yang menghadirkan Cak Nun dan Kyai Kanjeng. Acaranya berlokasi di Taman Ismail Marzuki baru akan dimulai jam 21.00 dan selesai sekitar jam 03.00. Setelah selama ini saat belum nikah hanya bisa lihat di Youtube (karena malam sekali), akhirnya kini bisa nonton langsung! Ehm, mungkin nanti akan ada postingan selanjutnya mengenai acara ini :)

Sementara itu saya pulang kerja di jam 4 sore, mau glundang glundung dimana sampai jam 9 malam? Sementara mau nonton dan begadang, akhirnya kami memutuskan untuk buka kamar saja di hotel yang jaraknya hanya selemparan batu dari TIM, supaya saya bisa istirahat dulu daripada kelayapan nggak jelas (terus ujung-ujungnya belanja, duit abis dan kecapekan, hahaha)


Dengan memanfaatkan kupon diskon Travel*ka, as always :)), satu kamar queen bed size di non smoking floor dibayar seharga Rp 335.000, belum termasuk sarapan/sahur namun sudah free cancellation. Sebisa mungkin saya selalu book hotel dengan menambah fitur pembatalan gratis, karena siapa tahuuu kami merubah rencana mendadak.

Salah satu kelebihan dari hotel ini adalah lokasinya yang menyatu dengan beberapa public space seperti restoran, kolam renang Cikini yang besar itu, reflexology, juga mini market. Restoran AH dan Nanami Ramen juga bisa dipesan dari kamar, atau kalau mau makan langsung di restonya tinggal turun saja. Sambil menunggu Afid bukber kantor di Tebet, saya makan malam dulu di AH. Adanya restoran, minimarket, vending machine di area hotel dan pedagang kaki lima di kawasan Taman Ismail Marzuki membuat biaya logistik saat menginap di sini nggak terlalu tinggi, hehehe. Hotel juga menyediakan breakfast/sahur dengan harga Rp 35.000 per orang.

(Review Restoran: Nanami Ramen, Makan Ramen Nikmat dan Halal di Cikini)

Sayangnya, tahun ini AH nggak buka sampai sahur lagi seperti tahun sebelumnya. Padahal saya pede banget nggak pesan makanan di hotel karena mengandalkan sahur di AH. Oh ya, kalau kepingin ngemil atau cari-cari kebutuhan harian, di sebelah hotel ada Family Mart yang buka hingga jam 22.00 dan ada juga coffee shop 24 jam. 

(Baca Juga: Makan di AH Cikini, Nostalgia Remaja Bersama Sepiring Spaghetti)


Meskipun sama-sama budget hotel, kamar kami sedikit lebih ‘lega’ dibandingkan hotel Am*ris. Interiornya memungkinkan untuk yang punya banyak bawaan, karena bisa diletakkan di kolong-kolong meja. Kamar kami menghadap ke area Menteng, jadi bisa colongan foto ala-ala landscape Jakarta.

 (Baca juga: Tips Atasi Bosan Saat Menginap di Budget Hotel dalam Waktu Lama)


Untuk compliment, disediakan 2 botol air mineral, dan ada juga dispenser panas dingin di tiap lantai. Kalau saya sih minta ekstra gelas, sendok dan tak lupaaa hair dryer ke front officer supaya nggak repot, dan sudah ada teh gula sachet di tas, hehe. Sayangnya tak ada shower cap dan sabun cuci tangan, meskipun di petunjuk informasi seharusnya ada. Kalau sandal hotel sih jelas tidak dapat, dan dijual di front office dengan harga Rp 15.000 sepaket dengan sikat gigi.

All went well, meskipun ada beberapa ketidaknyamanan yang sifatnya minor. Apa aja? Ranjang yang berderit. Hahaha bahasa gueeee… Tapi coba bayangkan ketika kita berdiri lalu duduk di kasur, bunyi. Tidur balik kiri mau balik kanan, bunyi. 

Untung ada tivi. EHGIMANAAA....

Shower nya cukup kencang dengan air panas yang mumpuni. Sayangnya ada tetesan air di langit-langit kamar mandi selama dipergunakan dan sepertinya sudah berlangsung lama. Gordyn pembatas antara shower area dan kloset juga tipis, membuat kamar mandi jadi becek karena airnya kemana-mana. Oh iya, tak ada colokan listrik di kiri kanan tempat tidur, jadi nggak bisa main hp sambil tiduran dan sambil ngecharge deh hehehe. 


Tambahan: karena AH tutup dan pedagang makanan berat di TIM rata-rata sudah sold out, kami akhirnya sahur seadanya. Untunglah ada Indomaret yang buka 24 jam di sebelah Menteng Huiz. Tuh kan ujung-ujungnya saya berjalan makin dekat ke area kantor lagi, hahaha. 

 Menu sahur full mecin, ciki nya nggak kefoto :))

Overall, kami merasa nyaman-nyaman aja nginep disini. 'Kekurangan' kecil bisa ditoleransi dan dilupakan, karena kelebihan lokasinya yang super strategis, banyak restoran enak, serta gak jauh dari berbagai public attraction di Jakarta. Hotel ini cocok masuk list buat yang kepingin nginep hemat tapi nyaman di Jakarta Pusat.


Hotel Ibis Budget Cikini
Jalan Cikini Raya Nomor 75
Cikini, Menteng, Jakarta Pusat
Stasiun Terdekat: Stasiun Cikini

Tidak ada komentar: