13 Juni, 2016

Midori Wahid Hasyim: Makan Sushi Sambil Denger Live Music



Midori jadi salah satu tempat yang direkomendasikan oleh penyuka makanan Jepang di Jakarta. Menurut ulasan orang di Google, katanya siiih makanannya enak, harganya reasonable plus tempatnya nyaman. Ditambah tempatnya dekat stasiun dan gak jauh dari kantor saya (penting banget ini!). Jadilah suatu sore saya sudah duduk manis di Midori Restaurant Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Uhui, ternyata seru banget yaa makan di sini!

07 Juni, 2016

Cerita Umroh: Tentang Uang Saku dan Belanja Oleh-oleh Di Mekkah, Madinah dan Jeddah

Uang saku tentunya jadi salah satu hal yang harus banget dibawa saat travelling. Begitu juga saat Ibadah Umroh, tentu sudah siap-siap uang Riyal. Nah, banyak yang bertanya-tanya, sebaiknya bawa uang berapa? Kalau sedikit takut kurang jika sewaktu-waktu butuh sesuatu, tapi kalau kebanyakan juga uang yang dipunya nggak cukup. Hehehe. Begitu juga dengan lokasi belanja, di Madinah cukup menggiurkan, tapi takutnya kalau sudah belanja ini itu di Madinah, eh ternyata di Mekkah lebih menarik (tapi uang sudah terlanjut tipis). Ini informasi dari  pengalaman Umroh saya bulan lalu, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan. Hihiy.

01 Juni, 2016

Pengalaman Ibadah Umroh dengan Patuna Mekarjaya

Foto kiriman teman satu perjalanan. Ini di Bir Ali saat Miqot Umroh pertama :)


Urusan memilih yayasan pengelola ibadah Umroh tentu nggak bisa asal-asalan. Pastikan yang sudah punya nama besar, berpengalaman, punya sistem jelas dan professional. Alasan itu yang membuat saya merekomendasikan Patuna ke keluarga untuk rencana perjalanan umroh. Alhamdulillah, pilihan (kali ini) benar-benar amanah. Ini kisah pribadi saya bagaimana akhirnya ‘berlabuh’ di Patuna, setelah sebelumnya sempat hampir tertipu biro perjalanan umroh yang nggak jelas.

Pengalaman bermitra dengan biro perjalanan umroh yang tidak bertanggung jawab begitu membekas dan memberi banyak pelajaran. Saat masih berurusan di biro umroh abal-abal, saya sudah menghubungi Patuna. Sebetulnya sekedar komparasi, membandingkan proses yang saya jalani dan sistem yang dimiliki Patuna. Ya memang jauuuh banget.

Notes 1: dari awal, kami sekeluarga tidak ekspektasi muluk-muluk atas pelayanan selama di Tanah Suci yang akan kami dapat. Yang penting kepastian berangkat dan hotelnya jelas. Jadi ketika pada pelaksanaannya kami nilai Patuna sangat baik, kesan ini bisa saja mungkin berbeda dengan anggota rombongan lain. Jadi ‘puas banget’ versi kami bisa aja terasa ‘biasa aja’ untuk orang lain. Hehehe.

Notes 2: Ini murni testimoni pribadi, tanpa sponsor. Hehehe. (atuh siapalah sayaa, bukan artis ibukota)