29 Juli, 2015

Ironi Masa Orientasi Siswa (MOS): Dari Orientasi Hingga Ajang Bully




Di awal tahun ajaran baru, rasanya sudah seperti pemandangan standar di jalanan pada pagi hari:
Ngeliat anak sekolah pake atribut nggak jelas. Rambut dikuncir-kuncir. Yang berkerudung pake pita-pita. Tas dari kardus atau karung, topi dari bola, kaos kaki bola warna warni. Belum lagi berbagai jenis makanan dan tentengan yang harus dibawa. Sekali lagi, HARUS.
.
Asli, gue, eh saya, malu banget nyeritainnya. Entah untuk yang terlibat di dalamnya juga malu, atau malah kocak sendiri inget jaman dulu.

20 Juli, 2015

Makan di AH Cikini, Nostalgia Remaja Bersama Sepiring Spaghetti



Zaman akhir SMP sekitar tahun 2002 adalah awal perkenalan saya dengan jalan-jalan di mall. Biasanya sih diisi dengan baca buku gratis di Gramedia, patungan photobox di M Photo Studio dan makan di AH. Pada masa itu, American Hamburger (AH) sering jadi pilihan karena seat nya banyak, menu nya variatif (dengan sliced cake yang enak) dan harganya masih affordable buat abege kere macam kite.

Tahun-tahun berlalu (tsahh), AH masih ada di mall yang sama. AH juga ada di Cikini,  tepatnya di area Hotel Ibis Budget, sebelah Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Konsep restorannya jelas berubah, jadi lebih pop dan modern, nggak kalah dengan restoran burger/fried chicken asal Amerika. Namanya pun kini berubah jadi AH Restocafe. FYI, AH ini asli rintisan orang Indonesia, dan merupakan resto hamburger tertua di Indonesia, sejak 1977.

10 Juli, 2015

Gokana Teppan: Ketika Service, Sopan dan Senyum Mutlak Perlu




Pulang kantor di suatu sore, saya semangat banget mau berbuka puasa bersama divisi kerja. Kami pilih lokasi dekat kantor, yaitu Gokana Teppan di Mall Atrium Senen. Bayang-bayang ramen berkuah gurih dan pedeshhh, juga nasi bento yang enyak dan ngenyangin, akh pasti enak. Padahal ini pertama kalinya saya ke Gokana Teppan.
 .

Ternyata, (entah di bulan Ramadan pas jam buka puasa aja atau berlaku setiap hari), kursi akan diberikan HANYA KALAU orangnya sudah tiba di restoran. Dateng berdua untuk kemudian makan ber 8, ya dikasih 2 kursi dulu. Yang 6 baru dipastikan dapat duduk kalo orangnya udah sampai.  Jadi kami datang ber 7, dan akan ada 2 orang lagi yang bergabung tapi belum datang. Hmm, pelayannya tidak senyum dan menjelaskannya dengan jutek. Okelah, mungkin mbaknya capek karena lagi puasa.