30 Desember, 2015

Liburan Naik Motor di Bandung (2): Pagi-pagi ke Tebing Keraton


Tebing Keraton sepertinya jadi highlight dalam trip saya dan Esti. Kami berangkat pagi-pagi dari penginapan di jalan Dago Golf, mengantisipasi Tebing Instagram yang lagi happening banget ini kebanjiran orang, apalagi saat itu hari libur panjang di tanggal 25 Desember. Dan pilihan kami nggak salah, berangkat pagi-pagi bikin perjalanan jadi makin semangat dan seru…

29 Desember, 2015

Liburan Naik Motor di Bandung (Bag. 1): Makan Malam dan Nyasar di Punclut

Bandung begitu asik dinikmati sambil naik motor. Kemana aja ayooo, macet nggak berasa, dan lebih hemat plus santai pastinya. Salah satu destinasi yang saya tuju adalah Punclut, dimana bisa makan malam sambil menikmati city light kota Bandung, dengan gaya makan lesehan dan Sunda banget! Kesan makan di sini bener-bener ‘berasa’ buat saya dan Esti, temen seperjalanan. Bukan makannya, tapi perjalanan pulangnya. Hehe

28 Desember, 2015

BnB Bandung: Menginap di Rumah Kiboku, Dago Atas

Kelar baca artikel buatan teman saya di DetikTravel, rasanya langsung kepingin banget nyobain Bed & Breakfast di Bandung. Setelah Googling lagi, hati tertambat di salah satu BnB, namanya Rumah Kiboku di Jalan Dago Golf. Yeayy masih ada kamar kosong dengan 2 bed untuk tanggal 24 – 26 Desember 2015, dengan tarif Rp 300.000/malam. And here’s the review…

16 Desember, 2015

Pakaian Bagus VS Mukena Seadanya

  
Sebagai makhluk mainstream, beberapa bawaan yang haram untuk tidak dibawa antara lain dompet dan handphone. Nggak bawa salah satunya? Hidup langsung bingung. Beda dengan mukena yang tidak selalu dibawa. Prioritasnya seakan ada di bawah, nggak bawa mukena juga nggak apa-apa.

Mungkin alasannya, karena dompet dan handphone adalah benda yang begitu personal. Uang, berbagai kartu, nomor kontak, dan akun chatting yang selalu aktif. Hmm, jadi agak lupa kalau mukena sebetulnya punya sifat yang jauh lebih pribadi. Itu ibadahmu, kepada Tuhanmu, sumber kehidupanmu.

21 November, 2015

Kuliner Cilegon: Ketagihan Sate Bebek dan Sop Sapi di Sate Asmawi!


 Katanya sih, makan bukan hanya masalah rasa, tapi sensasinya. Di Sate Asmawi, bau asap dan keringat justru bikin makan makin nikmat. Menu makanannya sedap-sedap, ada sate bebek, sate kambing, juga sop sapi dan sop bebek yang kuah beningnya terasa mantap. Ihh tuh kan jadi ngiler lagi! :D

Kelar urusan pekerjaan, lanjut ke masalah perut. Beberapa jenis makanan yang disebut-sebut khas dan enak di Cilegon adalah sop kepala ikan dan juga sate bebek. Mengingat menu pindang yang dahulu pada masanya sering ke Palembang tidak terlalu saya gemari, sop kepala ikan di Cilegon juga nggak terlalu bikin saya kepingin. Maklum ya tshay, saya kurang sip kalo makan ikan dengan kulitnya yang lembut dan lembek, KEPALA pula. Hehehe. Tapi untuk sate bebek, wiihhh saya penasaran banget!

Sate bebek di Sate Asmawi (Rp 21.000/10 tusuk) juara bangets! Bumbu sate nya enak sekali di lidah, pedas-pedas manis dan gurih. Disajikan bareng bumbu kecap dengan irisan tomat dan cabai. Karena kaya bumbu, sate bebeknya sudah terasa mantap tanpa cocolan apapun. Sesekali juga saya makan satenya sambil menusukkan potongan tomat segar di campuran bumbu kecap. Tuh kaaaaan jadi ngiler lagiiii… Kabarnya, sate bebek ini baru tersedia di atas jam 4 sore karena proses marinasi nya lama.

Sop sapi nya gimaneh? Sebelas dua belas lah, enak banget juga! Kuahnya bening dan gurih, dengan irisan kol dan tomat. Ditambah lada dan sambal makin sedap! Isinya adalah tulang dan daging sapi. Pake nasi, ditambah emping dan bawang goreng, adeuhhh nyaiii, nambah nasi pasti. Sop sapi ini harganya ekonomis, Rp 12.000 aja seporsinya.

Sate Asmawi lokasinya lumayan besar. Kurang lebih 50 orang bisa lahh masuk sini. Selama makan dijamin keringetan. Dan pulang-pulang baju dan jilbab bau asap! Tapi itulah seninya makan enak, ya kan siiiiis…. Jangan lupa mampir yaks kalo lagi di Cilegon!

Pondok Sate dan Sop Asmawi

Jl. Raya Cilegon Serang, samping Toko Hijab Story, Telp: 0254-377563

27 Oktober, 2015

Jalan-jalan Weekend: Ke Parakan Salak, Sukabumi



Sukabumi memang jadi salah satu destinasi jalan-jalan singkat sekitar Jakarta. Kayak saya dan rombongan ibu-ibu kantor yang mengunjungi Parakan Salak, Sukabumi. Di tengah panasnya ibukota yang nggak kira-kira dan mata yang bosan lihat macet, akhirnya dapat sedikit asupan vitamin mata dan paru-paru, karena pemandangan hijau dan udara segar. Asheikk benerrr!

23 Oktober, 2015

Kuliner Cempaka Putih: Makan Siang di Rumah Huk



Foto: Rumahuk.com

Dari zaman masih jadi reporter kuliner beneran, saya sebenernya sudah mengantongi nama Rumah Huk sebagai salah satu lokasi liputan incaran. Tapi entahlah, karena jauh dari kantor (di Warung Buncit) dan juga tidak searah dengan arah berangkat ke kantor, jadinya nggak kesini-sini. Akhirnya jadi mampir juga, karena lokasi kantor sekarang yang nggak terlalu jauh (di kawasan Tugu Tani). Tujuannya kini buat makan siang biasa, bukan buat liputan :D

26 September, 2015

Wisata Murah dan Seru di KL: Mengunjungi Batu Caves


Batu Caves jadi salah satu destinasi yang harus banget dikunjungi pelancong di Kuala Lumpur. Foto-foto bareng patung raja Murugan terbesar di dunia, dan nyoba naik 272 anak tangganya. Bisa lebih dekat melihat ritual ibadah umat Hindu, bahkan ‘main-main’ bareng monyet dan burung merpati yang banyak banget di sini!

20 September, 2015

Mie Luwes Samping Stasiun Sudirman: Makan Siang dengan Mie Ayam Porsi Besar!



Setelah beberapa tahun nggak lagi rutin lewat Stasiun Sudirman, ternyata kini ada sebuah kedai mie yang (katanya) enak dan hits banget di dekat stasiun. Namanya Mie Luwes. Saat diceritakan, saya diwanti-wanti untuk menghindari jam-jam lapar, karena antriannya lumayan panjang. Apa iya sih? Emang seenak itu ya? Markicob, mari kita coba!

17 September, 2015

Asyiknya Naik Kendaraan Umum di Kuala Lumpur

Salah satu highlight dalam perjalanan singkat saya ke Kuala Lumpur minggu lalu adalah transportasinya yang menyenangkan.

Sebagai pecinta kendaraan umum (tapi cinta juga sama kendaraan pribadi, hehehe), saya begitu menikmati pengalaman kesana-kemari di KL pakai transportasi massal. Naik taksipun nggak pernah ada di list, karena moda yang lain jauh lebih murah dan tetap nyaman. Asheik syekali!

15 September, 2015

Pacaran sambil Jualan, Jualan sambil Pacaran



Saya dan Af adalah pengunjung setia Car Free Day. Misi nya sama: 30% olahraga, 20% jajan dan belanja, dan 50% ngobrol sambil jalan-jalan. Namanya juga anak muda kan tshay!

Sambil muter-muter di area CFD, biasanya saya memperhatikan banyak hal sambil sesekali komentar. Kalo kata jokes tahun 2013-an: komen mulu lu, kayak fesbuk! Kami suka merhatiin apapun yang kami lihat. Sambil beberapa kali saya bilang “jualan disini yuk… Masa kita jadi konsumen terus?”. Saya nanya tapi juga nggak bisa ngasih ide mau jualan apa. Sampai suatu hari…

24 Agustus, 2015

Nanami Ramen: Makan Ramen Nikmat dan Halal di Cikini

Katanya sih, salah satu kunci enaknya ramen terletak pada penggunaan minyak babi dalam komposisinya. Ramen tanpa minyak babi ibarat sayur asem tanpa asem. Seperti makan Indomie tanpa bumbu serbuknya. Gak nendang, ga khas. Katanya loh yaa, saya kan belom pernah nyicipin. 

Masih di kawasan favorit saya, Cikini. Nanami Ramen ini letaknya persis bersebelahan dengan AH Cikini, di Ground Floor Hotel Ibis Budget, ada di samping Taman Ismail Marzuki dan seberang Seven Eleven. Kenapa favorit? Soalnya Cikini itu deket stasiun, masih enak buat jalan kaki, banyak tempat makan enak, nggak usah keliling mall plus repot cari parkir jauh, dan deretan tempat makan di Hotel Ibis Budget ini nggak terlalu rame. Asiklah.

 Dari depan, Nanami Ramen sudah melabelkan diri sebagai restoran ramen yang halal. Saya sih nggak melihat ada sertifikasi dari MUI, tapi setidaknya pengunjung jadi paham, di sini nggak pake minyak babi dan daging babi. Owner sekaligus chef professional, om Akiyuki Iitaka, kayaknya memang serius buat usaha di Indonesia, yang mayoritas warganya adalah Muslim. 

19 Agustus, 2015

Soto Betawi H. Mamat: Nyobain Soto Paling Hits di BSD!






















Google memang selalu punya jawaban dari permasalahan hidup. Juga problematika perut. Siang bolong di kawasan BSD, saya googling tentang makanan enak di sini. Kalo bisa jangan yang di mall, dan tentu bukan franchise. Mainnya jauh, jadi cari makannya yang terkenal dongs! 

Akhirnya kita mampir ke warung Soto Betawi H. Mamat. Lokasinya gampang dicari deh. Ada beberapa cabang, di antaranya yang sederetan Stasiun Rawabuntu, sebelah SPBU D'Latinos, dan juga yang dekat ITC BSD arah Teras Kota. Nah, saya ke tempat yang kedua ini.

17 Agustus, 2015

Ceritanya sih....



Sushi pesanan kami dibawah ekspektasi. Rasanya tak istimewa. Tapi obrolan tetap berjalan seru, antusiasme dan hati tetap merah jambu. Walaupun belakangan rasanya ujian lebih berat. Alhamdulillah selalu Allah beri kekuatan.

Ceritanya sih minggu ini anniversary, yang kesekian.

--
Dulu, saya pernah diberi nasihat oleh seorang teman kuliah. Pak Sonny namanya. Sudah menikah sekian belas tahun. “Temukanlah orang yang punya karakter kuat, Flo. Karakter itu akan dia bawa sampai kalian tua nanti,” katanya.
Saya sih dulu ho oh ho oh aja.
Sekarang saya paham maksudnya.
--

Mumpung ini hari kemerdekaan, sayapun whatsapp dia.
 “Aku abis daftar lomba panjat pinang nih. a.k.a memanjatkan doa supaya cepet dipinang”
Doi hanya membalas “huahahahahaha”. Udah gitu doang. Dasar ulet sagu.


foto bersama bapak camat

12 Agustus, 2015

Tips Makan di Sushi Tei saat Lagi Kere


Buat saya (si penyuka sushi fusion, tapi nggak expert tentang sushi karena bisanya makan doang -eh panjang ye-), Sushi Tei itu salah satu tempat makan sushi yang enak, mantap, meski kadang (kalo lagi khilaf) bisa bikin dompet sedih. 

 Tapi tenanglah kisanak. Masih banyak jalan menuju Cilacap.

Berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya makan enak tidak selalu linier dengan harga yang mehil. Iya, saya mah anaknya gitu, kalo makan nikmat tetep waspada harga. Hehehe. Ini dia:

29 Juli, 2015

Ironi Masa Orientasi Siswa (MOS): Dari Orientasi Hingga Ajang Bully




Di awal tahun ajaran baru, rasanya sudah seperti pemandangan standar di jalanan pada pagi hari:
Ngeliat anak sekolah pake atribut nggak jelas. Rambut dikuncir-kuncir. Yang berkerudung pake pita-pita. Tas dari kardus atau karung, topi dari bola, kaos kaki bola warna warni. Belum lagi berbagai jenis makanan dan tentengan yang harus dibawa. Sekali lagi, HARUS.
.
Asli, gue, eh saya, malu banget nyeritainnya. Entah untuk yang terlibat di dalamnya juga malu, atau malah kocak sendiri inget jaman dulu.

20 Juli, 2015

Makan di AH Cikini, Nostalgia Remaja Bersama Sepiring Spaghetti



Zaman akhir SMP sekitar tahun 2002 adalah awal perkenalan saya dengan jalan-jalan di mall. Biasanya sih diisi dengan baca buku gratis di Gramedia, patungan photobox di M Photo Studio dan makan di AH. Pada masa itu, American Hamburger (AH) sering jadi pilihan karena seat nya banyak, menu nya variatif (dengan sliced cake yang enak) dan harganya masih affordable buat abege kere macam kite.

Tahun-tahun berlalu (tsahh), AH masih ada di mall yang sama. AH juga ada di Cikini,  tepatnya di area Hotel Ibis Budget, sebelah Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Konsep restorannya jelas berubah, jadi lebih pop dan modern, nggak kalah dengan restoran burger/fried chicken asal Amerika. Namanya pun kini berubah jadi AH Restocafe. FYI, AH ini asli rintisan orang Indonesia, dan merupakan resto hamburger tertua di Indonesia, sejak 1977.

10 Juli, 2015

Gokana Teppan: Ketika Service, Sopan dan Senyum Mutlak Perlu




Pulang kantor di suatu sore, saya semangat banget mau berbuka puasa bersama divisi kerja. Kami pilih lokasi dekat kantor, yaitu Gokana Teppan di Mall Atrium Senen. Bayang-bayang ramen berkuah gurih dan pedeshhh, juga nasi bento yang enyak dan ngenyangin, akh pasti enak. Padahal ini pertama kalinya saya ke Gokana Teppan.
 .

Ternyata, (entah di bulan Ramadan pas jam buka puasa aja atau berlaku setiap hari), kursi akan diberikan HANYA KALAU orangnya sudah tiba di restoran. Dateng berdua untuk kemudian makan ber 8, ya dikasih 2 kursi dulu. Yang 6 baru dipastikan dapat duduk kalo orangnya udah sampai.  Jadi kami datang ber 7, dan akan ada 2 orang lagi yang bergabung tapi belum datang. Hmm, pelayannya tidak senyum dan menjelaskannya dengan jutek. Okelah, mungkin mbaknya capek karena lagi puasa.

24 Juni, 2015

Kuliner Palembang: Nyobain Pempek Paling Enak di Palembang


Assalamualaikum para pecinta sinetron tanah air,

Kita tentu tahu betul apa makanan yang paling khas dari Palembang. Iyak betul, coto Makassar! Ya pempek dong ya Bang. Ada sekian banyak nama dan merk penjual pempek di tanah Wong Kito ini yang rasanya selalu memanggil-manggil untuk dibeli dan dibawa ke Jakarta. Harganya ada dari yang murah, sampe yang mihil. Tapi jangan selalu terkecoh dengan nama dan harga, karena gak semua pempek tenar rasanya juga heboh.

23 Juni, 2015

Piknik Irit dan Seru Bareng Keluarga di Kebun Raya Bogor





























Pergi sama keluarga mungkin terasa lebih ribet dan rempong. Ibu saya nggak gitu suka jalan-jalan, bapak saya hobi jalan-jalan, kakak saya lagi hamil tapi pengen jalan-jalan, dan ponakan saya udah lompat-lompat kegirangan karena tau mau diajak jalan-jalan. Nah loh! Berbekal hasil googling, akhirnya saya mencetuskan ide untuk ke Kebun Raya Bogor. Pas banget kan ya, bumil-friendly, kids-friendly dan hawa nya molor-friendly :))  Ibu saya orang Bogor, tapi terakhir kali kita masuk ke sini mungkin pas saya kelas 3 SD shay! Saya sih tahun lalu sempet jalan-jalan ke sini, jadi udah membuktikan sendiri kalo Kebun Raya Bogor masih kece banget buat didatengin.

17 Juni, 2015

Pakai Rok, Dari yang Sekali-sekali Sampai Jadi Tiap Hari


Saya berkuliah di mana skinny jeans dan kaos distro adalah syarat keren pada masanya. Saat itu badan saya (masih) kurus, pake skinny jeans dan kaos lengan pendek terasa bagus. Kemudian selera beralih menjadi kaos ukuran besar, tapi dengan bawahan tetap skinny jeans.  Saat memutuskan untuk berjilbab tahun 2010, jeans tetep jadi andalan. Iyalah, karena celana jeans menganut asas sarung cap gajah duduk, resmi bisa santai bisa. Saya miskin edukasi tentang bagaimana menutup aurat dengan cara yang lebih baik. Termasuk juga rok panjang, akh, apa itu rok panjang? Bikin ribet doang.

Suatu saat, saya merasa badan tampak lebih sehat. Errr, gemuk maksudnya. Pake jeans jelas bukan lagi opsi yang oke, berhubung badan kerasa eungap, sesek, sempit. Nyeplak badan banget deh. Akhirnya saya nemu solusi: pake rok! Jelas rok nggak mencetak tubuh. Yeay! Intensitasnya masih jarang sih. Waktu masih jadi anak Salemba dan Depok, mungkin 2 sampai 3 kali aja seminggu. Sisanya ya tetep jeans dong kakak.  

29 Maret, 2015

Ironi Car Free Day, Tumpah Ruah Kepentingan di Seruas Jalan


Car Free Day, atau populer disingkat CFD sudah jadi area massa yang kian digemari. CFD menjadi alasan mengapa akhir pekan tak sulit lagi untuk bangun pagi. Motivasinya bervariasi, ada yang mau lari, bulutangkis, quality time dengan keluarga dan teman, butuh area segar, mau bersepeda, nongkrong aja, ataupun dalam rangka cari tambahan uang, atau malah terhitung shift masuk kerja.

The Jakarta Post (09/2014) mencatat jika ada lebih dari 100.000 orang tumpah ruah di jalanan Sudirman Thamrin pada kegiatan CFD. Itu tahun 2014, angkanya bisa jauh lebih tinggi dari itu. Apalagi, di Indonesia, CFD ini hits sekali. Sejumlah kota besar menjadikan CFD jadi rutinitas. Coba ketik ‘Car Free Day’ di mesin pencari Google, artikel, foto maupun hashtag tentang Car Free Day di Indonesia tampak paling ramai. 

28 Maret, 2015

Kuliner Serpong: Nyicip Ayam Taliwang yang Pedesnya Nendang!

Saya belum lupa gimana enaknya makan ayam taliwang di sebuah resto terkenal di Lombok. Ayamnya empuk gurih dan bikin kepedesan. Sambelnya juga pedes banget, kayak omongan guru BP pas SMA. Plus plecing kangkung yang kangkungnya gemuk-gemuk, disiram sambal tomat dan kacang goreng. Deuuuhhh, jadi kangen plus laper kan nih!

Kemudian ajakan makan ayam taliwang muncul di suatu sore. Bukan, bukan ngajak ke Lombok, tapi makan ayam taliwang yang resep nya sudah diimpor (deuh, impor) ke pinggiran Jakarta, alias Serpong. Seperti anak kecil yang mudah goyah imannya melihat tukang balon, nah hati saya juga mudah trenyuh akan ajakan-ajakan kulineran macam ini. Jadi, langsung meluncurlah kita dari kantor di Tugu Tani ke daerah Serpong!


Hidup itu pilihan, begitu juga dengan level kepedasan ayam taliwang di sini. Tinggal pilih, mau manis, sedang, pedas, atau super pedas. Dan ada pilihan sambal manis atau sambal pedas. Sebagai fans paduan pedas – manis, saya pilih ayam bakar pedas dengan saus manis. Ini enak banget, ayamnya empuk, gurih dan pedas, kemudian dicocol ke sambal manis. Yes, what a perfect match!

18 Maret, 2015

Trip Sehari ke Cirebon, Kenyang dan Senang!


Pengen nge-trip satu hari, budget minimalis tapi senengnya maksi? Cirebon bisa jadi pilihannya. Kayak saya dan temen-temen satu divisi yang memilih Cirebon jadi destinasi jalan-jalan di suatu Sabtu. Etapiii…. Gak seperti postingan-postingan sebelumnya yang ngasih rincian budget, postingan ini gak nyantumin harga dan info kendaraan umum yaks… At least sebagai info, tempat apa aja di Cirebon yang asik didatengin :)

Pagi itu naik Cirebon Ekspress keberangkatan jam 06.00. Sedihnya adalah kereta ini nggak berhenti di Stasiun Bekasi, dan yaksss eneng dari Bekasi jadinya harus pagi-pagi ke Gambir untuk naik kereta yang akan lewat Bekasi juga. Tak apalah, langsung pesen taksi setengah lima, dan jam 5 nyampe Gambir. Enakan gini sih ya, bisa santai dulu, Sholat dulu, ngemil dulu. Dresscode kita kotak-kotak, dan ternyataaa banyak juga geng one-day-trip lain yang baju nya juga pakai tema. Ada yang polkadot, item putih, garis-garis, warna merah, wah syeru syekali kakakkk! Kayaknya juga, Cirebon lagi naik daun di berbagai kalangan buat trip singkat.

01 Maret, 2015

Jalan-jalan Palembang: Menyusuri Sungai Musi Menuju Pulau Kemaro




Kata orang Bekasi, ‘It’s not the destination, but the journey'.

Berbekal khayal-khayal babu setiap nonton film bertemakan laut dan air. Memori akan iklan ‘RCTI OKE’ dengan visual seorang ibu-ibu di sebuah kapal yang sedang terapung mengacungkan jempol. Serta efek film-film berlatar San Fransisco di atas Golden Gate. Jadi kebetulan pas di Palembang, maka ayo mari kita menyusuri Sungai Musi!

Kami, dua gadis yang sedang masuk angin baru saja tiba di Palembang setelah berjam-jam tidur sampe miring-miring di perjalanan dari Tanjung Enim. Fitri penasaran sama Pulau Kemaro. Dan saya terngidam-ngidam naik kapal dan menyusuri Sungai Musi. Klop lah kita, ke pulau Kemaro, naik kapal getek dengan menyusuri Sungai Musi!

07 Februari, 2015

Kuliner Tanjung Enim: RM Hasan dan RM Abeng, Enakan Mana?

Makan memang selalu menyenangkan. Tapi kalo di Tanjung Enim, makan adalah hiburan! Ya kan apalah yang bisa dilakukan di waktu luang di sebuah wilayah yang kiri kanan depan belakangnya area tambang, sis? Eh banyak ding, tapi tetep aja makan adalah rekreasi, mengingat kalo lagi dinas kan makannya nggak ditanggung pribadi *dibekep daun genjer*

Andalan kite-kite orang kalo lagi di Tanjung Enim adalah dua restoran bermenu Chinese food ini. Kalo nggak di Hasan, ya di Abeng. Kalo hari ini di Abeng, besok di Hasan. Gitu-gitu doang dan kurang variasi sebenernya. Tapi gimana lagi kisanak, sejauh ini dua tempat makan itulah yang asik buat makan rame-rame dengan menu variatip dan enak-enak. Tempatnya dekat dengan kompleks pertambangan PT Bukit Asam. Sekitar 2,5 km kalo dari mess tempat kita nginep, jadi 5 menit aja nyampe. Itu juga karena banyak polisi tidur, kalo ga ada maah dua menit juga bisa. Emang di Jakarteee?